Jumat, 11 Januari 2019

Profil, Produk, Teknik Pemasaran & Analisis PT Johnson & Johnson


1.     Profil Perusahaan
Johnson & Johnson adalah produsen obat-obatan, peralatan medis, dan barang konsumsi multinasional yang berkantor pusat di New Brunswik, Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1886.
Johnson & Johnson mendapat peringkat teratas dalam National Corporate Reputation Survey selama tujuh tahun berturut-turut hingga tahun 2005, dan termasuk salah satu perusahaan paling dihormati di dunia, menurut Majalah Barron pada tahun 2008.
Johnson & Johnson memiliki sekitar 250 anak usaha yang beroperasi di lebih dari 57 negara, dan menjual produknya ke lebih dari 175 negara. Johnson & Johnson memiliki total penjualan di seluruh dunia sebesar $65 miliar pada tahun 2011.
Johnson & Johnson termasuk merek yang menyediakan banyak obat dan pertolongan pertama, antara lain perban Band-Aid, obat Tylenol, produk bayi Johnsons baby, produk kulit dan kecantikan Neutrogena, pembersih wajah Clean & Clear dan lensa kontak Acuvue.
Pada tanggal 31 Desember 2012, Food and Drug Administrationmenyetujui Sirturo, obat TBC dari Johnson & Johnson, yang merupakan obat pertama untuk memerangi infeksi dalam empat puluh tahun terakhir.

2.     Produk yang diproduksi
Dibawah ini adalah produk-produk yang diproduksi oleh Johnson corporate
·         Conceptrol
·         Corn Huskers Lotion
·         Cortaid
·         Cortef
·         Delfen
·         Desitin
·         Dolormin
·         E.P.T.
·         Efferdent
·         Euthymol
·         First-Aid
·         Gynol
·         Healthy Woman
·         Johnson's Baby (baby shampoo)
3.     Teknik Pemasaran Produk

       Perusahaan pharmacy dan consumer goods terkemuka didunia, mendapat tempat lebih baik dari P&G yang berada diurutan ke enam. J & J banyak melakukan diversifikasi bisnis sebagai salah satu aspek pertumbuhan dari produk dan market yang baru, karena perusahaan besar pharmacy dunia selalu disibukan dengan habisnya paten yang menyebabkan semua perusahaan dapat memproduksi produk yang sejenis dengan harga lebih murah. Oleh karena itu akuisis Listerine dari pfizer juga merupakan langkah konkrit untuk memperkuat unit Consumer Good mereka dengan membidik kategori Oral Care.

Strategi : 
• Johnson & johnson melakukan strategi bisnis diversifikasi produk yaitu strategi dengan menciptakan berbagai jenis produk baru yang mempunyai harga, pangsa pasar dan positioning. 
• Johnson & johnson melakukan strategi akuisisi dengan perusahaan pharmacy dunia sehingga dapat memperkuat Consumer Good mereka.

4.     Analisis
Analisis Strategi : 
Ø Perusahaan harus mengenali dengan pasti apa saja dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh proses produksi serta produk mereka sepanjang daur hidup, mendesain produk yang benar-benar ramah lingkungan sembari berusaha menularkan semangat dalam desain itu ke seluruh rantai produksi, serta membangun organisasi yang sungguh-sungguh berfokus pada pengelolaan lingkungan. Hal ini benar-benar berguna bagi para manajer puncak yang dapat memelihara keseimbangan antara harapan dan kenyataan atau antara kepedulian terhadap lingkungan dengan meningkatnya keuntungan perusahaan

Ø Perusahaan Johnson & johnson banyak bekerjasama dengan pemangku lingkungan setempat seperti organisasi masyarakat sipil dan masyarakat untuk meninjau ulang apakah mereka mempunyai keterkaitan dengan persoalan-persoalan lingkungan, apabila terkait perusahaan Johnson & johnson harus dapat menemukan startegi yang tepat sehingga respons yang ada sangat menentukan masa depan bisnis perusahaan tersebut.

Analisis Strategi Downside dan Startegi Upside.
a. Strategi Downside : Bagaimana Biaya dan risiko dapat diminimumkan dengan strategi lingkungan. Para pengamat CSR bersepakat bahwa dalam jangka panjang inovasi untuk pengelolaan lingkungan akan dapat menguntungkan perusahaan. Namun inovasi membutuhkan investasi, hal yang harus di lakukan adalah efficiency sehingga produktifitas persatuan sumberdaya dapat ditingkatkan, yang pada gilirannya efisiensi ini akan membuat perusahaan lebih unggul dibandingkan pesaing-pesaing mereka. Hal ke dua adalah reduksi biaya lingkungan dan beban regulasi.

b. Startegi Upside : Prinsip yang sangat penting adalah mengetahui kebutuhan lingkungan konsumen dan mengintegrasikannya ke dalam desain lingkungan (eco-desaign) dari produk yang perusahaan akan buat. Ini berarti perusahaan harus memikirkan bagaimana mengurangi dampak lingkungan dari produknya hingga masa berlaku produk itu. Dari produk yang bersifat demikian, konsumen akan sangat terbantu dalam menurunkan dampak lingkungan mereka dan juga biaya yang harus ditanggung karena pembelian produk itu. Karena konsumen akan menghemat, maka alasan untuk membeli dengan harga yang sedikit lebih tinggi, serta naiknya pangsa pasar dan kesetiaan konsumen dapat diraih oleh perusahaan. Kuncinya adalah menggunakan energi yang lebih sedikit, menghilangkan limbah, serta mengurangi kandungan racun.












Nama : Mustofa Kemal Ridha
Kelas : 4EA28
NPM  : 14215855