Rabu, 30 Desember 2015

Nama :Mustofa Kemal Ridha
Kelas : 1EA25
NPM : 14215855

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

1. Manusia dan Tanggung Jawab

Pengertian yang kita peroleh sehari-hari untuk kata "pertanggung jawaban" dari kata "tanggung jawab" yaitu beban (kejiwaan) yang melandasi pelaksanaan kewajiban (atau dalam melakukan kewajiban) dari tugas tertentu.
Kesanggupan seseorang untuk melaksanakan suatu tugas wajib (atau lazimnya disebut kewajiban) yang diberikan kepadanya, dapat dikatakan bahwa ia bertanggung jawab, khususnya bertanggung jawab terhadap selesainya tugas itu. Sebaliknya bila ia lalai menjalankan tugasnya, akan dikatakan tidak mempunyai tanggung jawab moral. Tidak mempunyai kewajiban, tidak dapat disamakan dengan tidak mempunyai tanggung jawab, sebab memang tidak ada kewajiban atau tugas yang harus dikerjakan.
Di dalam ajaran islam dikenal adanya tugas-tugas yang bersifat wajib (fardhu) dan bersifat sunnah. Dari fardhu inilah nampaknya, kemudian berkembang nilai-nilai tanggung jawab di kalangan masyarakat luas.
Kewajiban lahir karena adanya:
a. hubungan antara manusia dengan manusia lain
b. hubungan antara manusia dengan Tuhannya, dan dari dalam bentuk dan kadar yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Ada kalanya sebagian dari tanggung jawab seseorang itu dilimpahkan kepada orang lain. Seorang guru misalnya, dia menerima sebagian tanggung jawab orang tua dalam hal mendidik anaknya. Dalam hubungannya dengan tanggung jawab, Prof. Drijarkara mengatakan, bahwa manusia itu mempunyai hukum kodrat. Agar ia menjadi manusia yang baik, ia harus memiliki sikap dasar, seperti selalu siap sedia untuk berbuat kebaikan. Sikap dasar tersebut mempunyai banyak aspek. Salah satu aspek itu ialah tanggung jawab. Bila dihubungkan dengan kewajiban, menurut beliau, rasa tanggung jawab itu dapat berupa siap sedia untuk melakukan kewajiban.

2. Makna Tanggung Jawab

Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai pewujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia adalah makhluk pribadi, karena itu manusia mempunyai tanggung jawab secara pribadi atas segala perbuatannya. Tetapi karena manusia juga makhluk sosial maka seringkali perbuatan itu menyangkut masyarakat, sehingga manusia pun harus bertanggung jawab kepada masyarakat.
Tak dapat dielakkan, bahwa manusia adalah warga negara suatu negara. Karena itu manusia mempunyai kewajiban terhadap negara. Bila manusia melalaikan kewajibannya, sudah tentu ia harus bertanggung jawab kepada negara.
Manusia ada bukan dengan sendirinya, tetapi merupakan ciptaan Tuhan, Karena itu manusia berkewajiban terhadap Tuhan. Kelalaian akan kewajibannya terhadap Tuhan, harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.

3. Makna Pengabdian

Pengabdian adalah perbuatan manusia baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan secara ikhlas. Pengabdian pada dasarnya adalah rasa tanggung jawab.
Manusia hidup berkeluarga, karena itu manusia wajib mengabdi kepada keluarga, karena anggota masyarakat, manusia wajib mengabdi kepada masyarakat. Manusia sebagai anggota suatu bangsa dan warga negara suatu negara, wajib mengabdi kepada bangsa dan negaranya.
Karena manusia makhluk ciptaan Tuhan, maka manusia wajib mengabdi kepada Tuhan.

4. Makna Kesadaran

Kesadaran adalah keinsyafan akan perbuatannya. Sadar artinya merasa, tahu atau ingat (kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali (dari pingsannya), siuman, bangun (dari tidur) ingat, tahu, dan mengerti, misalnya rakyat telah sadar akan politik.
Dalam berbuat, kadang-kadang orang hanya melanggar suatu norma, kadang-kadang sekaligus melanggar dua tiga norma, bahkan ada yang langsung melanggar tiga norma.
Kesadaran moral amat penting untuk diperhatikan orang, karena pelanggaran moral dapat berakibat merusak nama. Oleh ini tidak berarti bahwa kesadaran yang lain tidak penting. Semua kesadaran penting, karena ketidaksadaran adalah salah satu hal yang dapat menggoncangkan atau sekuang-kurangnya membuat kepincangan dalam hidup.

5. Makna Pengorbanan

Pengorbanan ialah pemberian secara ikhlas yang berupa pikiran, pendapat, harta, waktu, tenaga, bahkan mungkin nyawa, demi cinta, kesetiaan, ikatan sesuatu, kebenaran, dan mungkin juga kesetiakawanan.
Manusia hidup sebagai pribadi, sebagai bangsa dan warga negara suatu negara, dan juga sebagai makhluk ciptaan Tuhan; karena itu, dalam kehidupan ada bermacam-macam jenis pengorbanan.
Pengorbanan demi kelurga, pengorbanan demi hidup di msyarakat, pengorbanan demi cinta kepada bangsa negara, pengorbanan demi kebenaran dan pengorbanan demi cinta kepada agama dan cinta kepada Tuhan, semua itu tidak lepas dari kehidupan manusia.

Daftar pustaka : Prasetya, Joko Tri ilmu budaya dasar. Jakarta: Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar