Kelas : 1EA25
NPM : 14215855
Ringkasan Akuntansi Bab 1
Kewajiban Jangka Pendek
Kewajiban adalah suatu hal yang harus dibayar sebagai hasil dari transaksi suatu barang/jasa.
Kewajiban jangka pendek adalah suatu kewajiban yang harus dibayar dengan jangka waktu yang pendek/paling tidak selama 1 tahun.
Yang termasuk kewajiban jangka pendek adalah :
1. Hutang dagang dan utang weasel
( Timbul dari pembelian barang/jasa dari pinjaman jangka pendek)
2. Hutang jangka panjang jatuh tempo 1 tahun
( Alat pembelanjaan yang umum yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun )
Pada tanggal 1 desember 1990 PT. A membeli persediaan barang dagang sebesar
Rp. 2.000.000 dengan mengeluarkan wesel dengan tingkat bunga 12% per tahun,
jangka waktu 60 hari.
perhitungan :
1/12 Pembelian barang dagang Rp. 2.000.000
Wesel bayar (jangka pendek) Rp. 2.000.000
Penyesuaian bunga
31/12 Beban bunga Rp. 20. 000
Hutang bunga Rp. 20.000
*) Rp. 2.000.000 x 12% x (30/360) = Rp. 20.000
Jurnal balik
1/1 Hutang bunga Rp. 20.000
Beban bunga Rp. 20.000
Pembayaran wesel
30/1 Wesel bayar Rp. 2.000.000
Beban bunga Rp. 40.000
Kas Rp. 2.040.000
*) Bunga: Rp. 2.000.000 x 12% x (60/360) = Rp. 40.000
perhitungan :
1/12 Pembelian barang dagang Rp. 2.000.000
Wesel bayar (jangka pendek) Rp. 2.000.000
Penyesuaian bunga
31/12 Beban bunga Rp. 20. 000
Hutang bunga Rp. 20.000
*) Rp. 2.000.000 x 12% x (30/360) = Rp. 20.000
Jurnal balik
1/1 Hutang bunga Rp. 20.000
Beban bunga Rp. 20.000
Pembayaran wesel
30/1 Wesel bayar Rp. 2.000.000
Beban bunga Rp. 40.000
Kas Rp. 2.040.000
*) Bunga: Rp. 2.000.000 x 12% x (60/360) = Rp. 40.000
3. Hutang deviden
( kewajiban perusahaan kepada pemegang saham karena mengumumkan pembagian laba )
4. Uang muka dan jaminan dapat diminta kembali
( pembayaran dimuka dari pembeli sebelum barang diserahkan kepada pembeli )
5. Dana yang dikumpulkan untuk orang ketiga
( kumpulan dana dari memotong upah karyawan )
6. Hutang biaya
( hutang yang timbul terhadap biaya yang belum lunas dibayar )
7. Hutang bonus
( pemberian bonus kepada karyawan karena hasil penjualan yang meningkat )
8. Pendapatan diterima dimuka
( penerimaan uang dari pelanggan berdasarkan hasil penjualan sebelum pekerjaan diselesaikan )
Contoh
:
April,
1 Kas Rp. 480.000
Pendapatan diterima dimuka Rp. 480.000
Jadi
perbulannya = Rp 480.000:12 = Rp 40.000
Pada
akhir tahun, 31 Des 1990 PT ABC akan mengakui pendapatan untuk 9 bulan (1
April-31 Des). Pendapat diakui jika majalah “Bola” sudah diberikan kepada
pelanggannya karena selama 9 bulan sudah diberikan, maka pendapatan diakui.
Pendapatan Rp 360.000
Pengakuan
pendapatan selama 9 bulan
Per
bulannya sebesar Rp 40.000
Jadi
untuk 9 bulan sebesar Rp 40.000 x 9 bulan = Rp 360.000
Jurnal
Penutup
Pendapatan Rp
120.000
Pengakuan
pendapatan sisanya yaitu 3 bulan (1 Jan-3Maret)
Per
bulannya sebesar Rp 40.000
Jadi
3 bulannya sebesar Rp 40.000 x 3 bulan = Rp 120.000
9. Hutang gaji dan upah
(perhitungan jumlah yang masih akan dibayar untuk gaji dan upah )
* Cara mencatat jurnal taksiran hutang pajak penghasilan
(Dr) Pajak penghasilan xxx
(Cr) Hutang Pajak Penghasilan xxx
Akuntansi Penggajian
Gaji dan Upah adalah suatu bentuk balas jasa sebuah perusahaan terhadap karyawan.
Perbedaan gaji dan upah adalah :
Gaji adalah pembayaran yang jumlahnya tetap dan dibayarkan dalam jangka waktu 1 bulan atau 1 tahun.
Upah adalah pembayaran yang jumlahnya tidak tetap atau bukan pembayaran pokok biasanya dihitung dari biaya kerja tambahan per jam.
Terdapat jaringan prosedur yang membentuk sistem, yaitu :
1. Sistem penggajian, dalam sistem penggajian terdiri dari 4 prosedur yaitu :
- Pencatatan waktu hadir
- Pembuatan daftar gaji
- Pembayaran gaji
- Distribusi gaji
2. Sistem pengupahan terdiri dari 5 prosedur, yaitu :
- Pencatatan waktu hadir
- Pencatatan waktu kerja
- Pembuatan daftar upah
- Pembayaran upah
- Distribusi upah
Distribusi gaji dan upah ada 3 metode, yaitu :
1. Rekening berkolom
2. Tiket tunggal
3. Distribusi dengan komputer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar