Rabu, 25 November 2015

NAMA : MUSTOFA KEMAL RIDHA
KELAS  : 1EA25
NPM    : 14215855
 
BAB V
A. PENGERTIAN KEINDAHAN
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan peradaban serta perkembangan teknologi. Keindahan tidak dapat lepas dari kehidupan manusia, sebab dimana saja manusia dapat menikmati keindahan.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Artinya sesuatu yang indah haruslah nyata dan dapat kita rasakan melalui lima indra manusia. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan,waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau local.
A.   Apakah Keindahan itu?
Keindahan dalam arti luas.Meliputi :
a. Keindahan seni
b. Keindahan alam
c. Keindahan moral
d. Keindahan intelektual

B.Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dalam menyangkut segala sesuatu yang diserapnya.
C.Keindahan dalam arti terbatas hanya menyangkut sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan, yaitu keindahan bentuk dan warna.
b.         Nilai Estetik
Nilai berarti keberhargaan atau kebaikan. Penggolongan yang penting tentang nilai dibagi dua, yaitu nilai ekstrinsik dan intrinsik. Keindahan dalam arti estetik murni mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
c.         Apa sebab Manusia Mencipta Keindahan ?
            Karena alam merupakan ciptaan Tuhan, dan keindahan pada dasarnya alamiah. manusia yang pada dsarnya juga merupakan ciptaan Tuhan, selalu diajarkan untuk menjaga dan menciptakan keindahan daari ala mini.

B. MAKNA KEINDAHAN
Keindahan menyangkut soal filsafati, sehingga keindahan itu dapat diartikan dengan bermacam-macam. Keindahan itu relatif, yaitu sangat tergantung pada subjek.
Makna keindahan menurut beberapa filsuf:
  1. Keindahan adalah segala sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat ( Tolstoy).
  2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian – bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri (Baumgarten).
  3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan – ciptaan amoral tidak bisa di katakana indah, karena tidak dapatdi gunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
  4. Keindahan dapat terlepas sama sekali dari kebaikan (Winchelman).
  5. Yang indah adalah yang memiliki proporsi yang harmonis (Shaftesbury).
  6. Keindahan adalah segala sesuatu yang mendatangkan rasa senang (Hume).
C. RENUNGAN
Renungan berasal dari kata renung yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap kegiatan yang merenungkan sesuatu dinamakan berfilsafat. Akan tetapi tidak semua orang mampu berfilsafat. Pemikiran kefilsafatan mendasarkan diri kepada penalaran. Penalaran adalah proses berfikir yang logic dan analitik.
Pemikiran kefilsafatan mempunyai 3 ciri yaitu:
  1. Menyeluruh, artinya pemikiran yang luas. Tidak hanya di tinjau dari sudut pandang tertentu.
  2. Mendasar, artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental (ke luar gejala) sehingga bisa di jadikan dasar berpijak bagi segenap bidang keilmuan.
  3. Spekulatif, artinya bisa dijadikan dasar-dasar pemikiran untuk pemikiran selanjutnya.
Renungan dalam modul ini ialah yang berhubungan dengan keindahan. setiap hasil seni lahir dari renungan. Tanpa renungan hasil seni tidak akan mencapai keindahan.
D. KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi. Serasi dari kata dasar rasi yang artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran, dan seimbang. Keserasian identik dengan keindahan.
Sesuatu yang serasi tampak indah. jadi keindahan adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Keserasian tidak ada hubungan dengan kemewahan. Sebab keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk, dan ukuran.
E. KEHALUSAN
          Kehalusan berasal dari kata halus yang artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau keadaban. Halusbagi manusia itu sendiri adalah berupa sikap, yakni sifat halus. Sikap halus adalah sikap lembut dalam menghadapi orang.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupum masyarakat luas. Sebagai lawan dari sifat halus adalah sikap kasar atau sikap orang – orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku, sikap orang yang sedang bermusuhan. Sikap halus tersebut merupakan gambaran hati yang tulus serta cinta kasih terhadap sesama.
F. MANUSIA DAN KEINDAHAN
          Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dimiliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi, manusia memiliki kehendak dan keinginan. Kehendak dan keinginan manusia dan manusia berbeda karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda.
            Keindahan jasmani ialah keindahan yang dapat “menyenangkan” baik indra penglihat maupun indra pendengar. Keindahan rohani dimaksudkan keindahan yang dapat “menyenangkan”batin. Akal budi yang sesungguhnya Selalu mengajak manusia ke arah perbuatan yang baik, indah dan yang benar.
Kodrat manusia selalu mendambakan sesuatu yang baik, yang dapat menyempurnakan kemanusiaannya. Disadari atau tidak setiap manusia tidak senang dengan Sesutu yang jorok, yang tidak baik, dan yang dapat merendahkan martabatnya. Karena itu “keindahan” bagi manusia sebenarnya bukan sekedar sesuatu yang menjadi “harapannya”, melainkanmerupakan sesuatu yang “harus di usahakan adanya”.
Supaya orang tidak terjerumus dalam “keindahan semu” maka orang itu harus mempertemukan keindahan subyektif dengan keindahan obyektif. Arti dari keindahan subyektif yaitu sangat bergantung kepada selera perorangan, karena memang sangat relative. Ia bersumber dari asas kegunaan benda. Sedangkan keindahan obyektif menurut John Kets: keindahan obyektif disamakan dengan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan.
 
Sumber : Buku IBD karangan Djoko Widagdho, dkk

Rabu, 18 November 2015

NAMA  : Mustofa Kemal Ridha
KELAS : 1EA25
NPM    : 14215855


ILMU BUDAYA DASAR : MANUSIA DAN CINTA KASIH


1.      Makna Kasih Sayang
Dalam kamus umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminto, kasih sayang diartikan dengan perasaan saying perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupan berumah tangga kasih saying merupakan kunci kebahagiaan. Kasih saying ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih saying ini sadar atau tidak dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawaab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih saying hilang, misalnya unsur tanggung jawab maka retakklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih saying yang tidak disertai kejujuran akan terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
Dapat disimpulkan bahwa :
Kasih saying dialami oleh setiap manusia, karena kasih saying merupakan bagian hidup manusia. Sejak lahir anak telah mengenal kasih saying, meskipun ada pula kelahiran anak tidak diharapkan, namun hal itu termasuk pengecualian. Kelahiran anak yang tidak diharapkan, umunya bukan lahir karena hasil kasih saying.
Kasih saying berlebihan cenderung merupakan pemanjaan. Pemanjaan anak berakibat kurang baik, karena umumnya anakn yang dimanjakan menjadi anak yang sombong, pemboros, tidak saleh, dan tidak menghormati orang tua.

2.      Kasih Sayang dalam Keluarga
Zaman sekarang ini banyak orang merasakan bahwa kebahagiaan itu adalah suatu keadaan abstrak yang sulit dicapai. Sebetulnya masih ada banyak jalan untuk menemukan kebahagiaan atau setidaknya untuk mengurangi pukulan badai kehidupan. Memang sering kali manusia tidak dapat lolos dari kesulitan social dan ekonomi. Namun dengan membangun kasih saying yang erat dalam keluarga maka setidak tidaknya kita mempunyai suatu tempat damai dan teduhdi tengah kemeltnya persoalan hidup.

3.      Makna Kemesraan
Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih yang telah mendalam. Di bawah sorotan pandangan evolusi, cinta menjadi lebih angung lagi, karena ia merupakan daya pemersatu dalam alam semesta, dan kondisi utama yang memungkinkan hidup. Kemampuan mencintai ini memberi nilai pada hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Dapat disimpulkan bahwa :
Kemesraan adalah hubungan akrab antara pria-wanita atau suami-istri. Kemesraan merupakan bagian hidup manusia. Di dalam kehidupan manusia terdapat berbagai kasus kemesraan kemsraan dapat membangkitakan daya kreatifitas manusia untuk menciptanakan atau menikmati seni budaya, seni sastra, seni music, seni tra, seni lukis, dan sebagainya.

4.      Makna Pemujaan
Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini, dikarenakan pemujaan kepada tuhan adalah inti, nilai, dan makna kehidupan yang sebenarnya. Penyebab hal itu terjadi adalah karena Tuhan pencipta alam semesta. Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga pengahncur segalanya, bila manusia mengabaikna segala perintah-Nya. Karena itu jelaslah bagi kita sem7a, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semsta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
a.       Cara pemujaan
Dalam kehdiupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Pemujaan-pemujaan sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannta. Hal itu berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar dan lain-lain.
b.      Tempat Pemujaan
Masjid , Gereja, Candi, Pura dan lain-lain adalah tempat manusia berkomunikasi dengan Tuhannya atau yang dianggap Tuhan. Apabila masyarakat berhasil membangun tempat memuja tempat manusia berkomunikasi dengan Tuhan atau yang dianggap Tuhan sebesar dan seindah mungkin, maka banggalah masyarakat itu.
c.       Berbagai Seni sebagai Manifestasi Pemujaan
Seperti dikemukakan di depan cinta menimbulkan daya kreatifitas pencintanya. Pengertian kreatifitas antara lain ialah mencipta. Dalam seni pahat banyak kita jumpai arca-arca yang menggambarkan dewa-dewa atau sesuatu yang dipujanya. Sudah tentu tinggi rendahnya hasil seni itu bergantung kepada kemampuan penciptanya.
Seni tari pun adapula yang bersifat mengagungkan nama Tuhan atau yang dianggap “Tuhan”. Misalnya tarian Sanghyang Dedari dan tarian Sanghyang Jaran di Bali. Dalam seni music, banyak jugadidendangkan lagu yang bersifat mengagungkan nama Tuhan. Nyanyian Gereja semua mengagungkan nama Tuhan.
Dapat disimpulkan bahwa :
Pemujaan terhadap Tuhan padahakikatnya merupakan menifestasi cinta kepada Tuhan. Cinta membangkitkan daya kreatifitas. Pengertian dasar kreatifitas adalah mencipta, menemukan, berjarya, mencari bentuk-bentuk yang dapat mewujudkan hubungan yang misterius.

5.      Makna Belas Kasihan
Cinta sesame ini diberikan istilah “belas kasihan” untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria wanita, cinta kepada Tuhan. Masih ada cinta lagi yaitu cinta kepada bangsa dan tanah air, tetapi pada kegiatan belajar ini hanya dibicarakan cinta kepada sesame.
Dalam cinta sesame ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, tua yang sakit-sakitan, yatim, yatim-piatu, penyakit yang diderita, dan sebagainya.
Perbuatan atau sifta yang menuruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk belas kasihan, misalnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihannya itu.
Cara-cara menumpahkan belas kasihan :
Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan. Yang perlu kita kasihani antara lain: yatim piatu, orang orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja, orang sakit dirumah sakit, orang cacat. Orang-orang itu umumnya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menuaruh belas kasihan. Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang meberikan uang, barang, pakaian, makanan dan sebagainya.

6.      Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-sama sebanding. Sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasi terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang asing satu sama lain. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Bilamana orang asing tadi telah mejadi seorang yang diketahui secara intim, taka da lagi rintangan yang harus diatasi, tidak ada lagi kemesraan tiba-tiba yang hatus diperjuangkan. Pribadi yang dicintai telah dipahami orang seperti dirnya sendiri, atau barangkali hanya dikatakan kurang dipahami seperti dirinya sendiri. Apabila terdapat perasaan yang telah mendalam terhadap  pribadi yang lain apabila orang dapat mengalami ketakterhitungan pribadinya sendiri. Maka pribadi orang lain tidak pernah akan begitu biasa baginya, dan keajaiban mengatasi rintangan-rintangan dapat terjaid lagi berulang-ulang tiap hari. Tetapi, untuk kebanyakan orang pribadinya, seperti juga pribadi orang lain, mudah dipahami cukup engkap. Untuk mereka intimitas atau kemesraan itu terutama diperoleh dengan cara hubungan seksual. Karena mereka mengalami keterpisahan orang lain terutama sebagai keterpisahan fisik, maka demikian dengan mengadakan penyatuan fisik, rang telah mengatsi keterpisahan tersebut. Disamping itu terdapat pula fakto-faktor lain yang untuk banyak orang mempunyai arti sebagai cara-cara mengatssi keterpisahan, seperti bercakap-cakap tentang kehidupan driri pribadi, tentang pengharapan dan kecemasan, menampakkan diri dengan segi-segi keanehannya, emngadakan hubungan dan minta yang sama terhadap dunia sekita, semuanya itu dilaksanakan untuk mengatasi keterpisahan.
Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri tetapi sekali-kali bukan merupakan nafus fisis belaka, untuk meredakan keteganagn yang menyakitkan. Keinginan seksual dapat distimulasi, dirangsang oleh ketakutan karena rasa sepi, oleh keinginan untuk menaklukkan atau untuk ditaklukkan, oleh keangkuhan, oleh keinginan untuk menyakiti bahkan oleh keinginan untuk memusnahkan. Semua ini dapat memberikan stimulasi yang sama beratnya dengan cinta kasih. Rupa-rupanya keinginan seksual dengan mudah dapat dicampuri oleh tiap-tiap perasaan yang mendalam, sedangkan cinta kasih merupakan salah satu di antaranya. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara seksual. Dalam hal itu, hubungan fisis tadi tidak memperlihatkan sifat-sifat yang rakus atau serakah dalam keinginan untuk menaklukkan atau untuk ditaklukkan, tetapi akan tercampur dengan kehalusan bertindak serta kemsraan. Mencintai dan mengasihi seseorang bukan hanya merupakan perasaan yang kuat, tetapi juga merupakan suatu putusan, suatu penilaian, suatu perjanian. Apabila cinta kasih hanya merupakan perasaan saja, tidak ada dasarnya untuk saling berjanji akan mencintai dan mengasihi untuk selama-lamanya. Perasaan itu dapat timbul dan tenggelam pula.

Sumber : Joko Tri Prasetya, Drs dkk, Ilmu Buadaya Dasar, Rineka Cipta, Jakarta, 2013. Joko., Muchji Achmad, ilmu Budaya Dasar, Gunadarma, Jakarta, 1994

Rabu, 11 November 2015


 BAB 3

MANUSIA & KESUSASTRAAN

NAMA      : MUSTOFA KEMAL R

KELAS     : 1EA25

NPM        : 14215855



A.PENDEKATAN KESUSASTRAAN

Pengertian Sastra Dan Seni Dalam Pengertian Umum

Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Yang agak biasa adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.



Sastra dalam arti khususnya itu biasa kita gunakan dalam kebudayaan adalah ekspresi dan isi hati dari perasaan manusia yang diungkapkan dalam bentuk pandangan cerdas yang dituangkan dalam bentuk sesuatu hal yang mencerminkan sebuah keindahan, Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.



· Peranan Sastra



Prosa, puisi, lakon, skenario, skripsi, risalah ilmiah, esei, kolom, berita, surat, proposal, catatan harian, laporan, pandangan mata, pidato, ceramah, transkripsi percakapan, wawancara, iklam, propaganda, doa dan sebagainya semuanya jadi termasuk sastra, karena mempergunakan bahasa. Semua sektor kehidupan, seluruh aktivitas manusia tak bisa membebaskan diri dari bahasa. Bahkan olahraga yang jelas-jelas menitikberatkan pada aktivitas raga, tetap saja membutuhkan bahasa dalam menumbuhkan dan mengembangkan dirinya.

· Pengertian Sastra Menurut Para Ahli



Mursal Esten (1978 : 9)

Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia. (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).

Semi (1988 : 8)

Sastra. adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.

Panuti Sudjiman (1986 : 68)

Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapanya.

Ahmad Badrun (1983 : 16)

Kesusastraan adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alai, dan bersifat imajinatif.

Eagleton (1988 : 4)

Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa. harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangtipiskan dan diterbalikkan, dijadikan ganjil.

Plato

Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.

Aristoteles

Sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.

Robert Scholes (1992: 1)

Tentu saja, sastra itu sebuah kata, bukan sebuah benda

Sapardi (1979: 1)

Memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan social.

10. Taum (1997: 13)

Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”.





B. IBD YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA



Istilah prosa banyak padanannya. Kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek. Jenis prosa antara lain :

· PROSA LAMA

1. DONGENG

2. HIKAYAT

3. SEJARAH

4. EPOS

5. CERITA PELIPUR LARA

· PROSA BARU

1. CERITA PENDEK

2.ROMAN/NOVEL

3. BIOGRAFI

4. KISAH

5. OTOBIOGRAFI





C. NILAI-NILAI PROSA FISIK



Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra.Prosa Fiksi adalah kisahan atau ceritera yang diemban oleh palaku-pelaku tertentu dengan pemeranan, latar serta tahapan dan rangkaian ceritera tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu cerita.



· Prosa fiksi memberikan kesenangan

Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dan membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan.

· Prosa fiksi memberikan informasi

Fiksi memberikan sejenis infonnasi yang tidak terdapat di dalam ensildopedi. Dalam novel sering kita dapat belajan sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.

· Prosa fiksi memberikan warisan cultural

Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

· Prosa memberikan keseimbangan wawasan

Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalamanpengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.





D. IBD yang dihubungkan dengan Puisi



Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasnya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.

Puisi termasuk seni sastra,sedangkan sastra bagian dari kesenian dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan.



· Alasan – alasan Yang Mendasari Penyajian Puisi Pada Perkuliahan IBD



1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.

Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. lni berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasamya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas. Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran (insight-wawasan) yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sndiri dan tentang masyarakat.



2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.

Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun did sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.



3. Puisi dan keinsyafan sosial.

Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :

- penderitaan atas ketidak adilan

- perjuangan untuk kekuasaan

- konflik dengan sesamanya

- pemberontakan terhadap hukum Tuhan

4. Contoh Puisi



Contoh karya Rendra dengan puisinya “episode” misalnya, melukiskan betapa kemesraan cinta begitu merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda – mudi yang sedang menjalin cinta. Cinta kasih itu kadang – kadang tidak berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai – nilai kemanusiaan yang lain seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, keputusasaan, dll)



Kami duduk berdua

di bangku halaman rumah

pohon jambu di halaman itu



berbuah dengan lebatnya

dan kami senang memandangnya



angin yang lewat

memainkan daun yang berguguran

tiba – tiba ia bertanya :

“mengapa sebuah kancing bajumu lepas terbuka ?”

aku hanya tertawa

lalu ia sematkan dengan mesra

sebuah peniti menutup bajuku

sementara itu

aku bersihkan

guguran bunga jambu

yang mengotori rambutnya.





SUMBER : ILMU BUDAYA DASAR, WIDYO NUGROHO

Rabu, 04 November 2015

 BAB 2 MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


NAMA  : Mustofa Kemal Ridho
KELAS : 1EA25
NPM     : 14215855
TUGAS SOFTSKILL MINGGU KEDUA
       

A.      MANUSIA
     Manusia di alam dunia ini memegang peran yang  unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusi dipandang sebagai kumpulana dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia). Manusia merupakan kumpulan dari energy fisik (ilmu fisika). Manusia merupakan ilmu biologis dalam golongan mahluk mamalia (biologi). Dalam ilmu social sering disebut homo econnomicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan mahluk social (sosiologi). Mahluk yang selalu memiliki kekuasaan (politik). Mahluk yang berbudaya disebut (filsafat). Dan lain sebagainya.

      Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
1)      Manusia itu terdiri dri empat unsur yang saling terkait, yaitu
a.       Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang nampak luarnya, dapat, difoto dan menempati ruang dan waktu.
b.      Hayat, yaitu : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
c.       Ruh, yaitu : bimbingan dan pimpinan tuhan.
d.      Nafs, dalam pengertian diri atau kekuatan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
2)      Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
a.       Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak Nampak. Id merupakan libido mumi. Atau energy psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex. Yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual. Obyek yang nyata dari pemuasan kebutuhan langsunng dalam prinsip kesenangan ditentukan oleh tahap psikoseksual dari perkembangan individual.
b.      Ego, merupakan bagian yang pertama kali dibedakan dari id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena perananya dalam menghubungkan enegi id kedalam saluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c.       Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir muncul kira-kira pada usia  tahun. Disbanding dengan id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan ksternal.


B.      HAKEKAT MANUSIA
a.       Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa yang sebagai satu kesatuan yang utuh.
     Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba dan dirasakan tetapi tidak dapat abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap, jiwa nya terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, dan diraba. Sifatnya abstrak tapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu tuhan.

b.      Mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.
     Kesempurnaanya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan aka (ratio) manusia dapat menciptakan teknologi. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi perasaan rohani.
Perasaan rohani adalah perasaan kuhur yang hanya terdapat pada manusia misalnnya :
1)      Perasaan intelektual
2)      Perasaan estetis
3)      Perasaan etis
4)      Perasaan diri
5)      Perasaan social
6)      Perasaan religious

c.       Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
     Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi factor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi – segi : kemasyarakatan, kesabaran, kesenia, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.

d.      Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan  (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
     Soren kienkegaard seorang filduf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hokum alamiah pula.
     Semakin dekat seseorang dekat dengan Tuhan. Semakin dekat pula ia menuju kesempurnaan dan semakin jauh ia dilepaskan dari rasa kekhawatiran. Semakin dalam menghayati terhadap tuhan semakin bermaksna pula kehidupannya.

C.      KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
     Francis L.K Hsu. Sarjana amerika keturunan cina yang mengkombinasikan dalam dirinya kehlian didalam ilmu antropologi, ilmu psikolog, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik. Karya tulisnya berjudul psychological homecostatis cina klasik. Majalah anthropologist. Jilid 73 tahun 1971.


D.      PENGERTIAN KEBUDYAAN
     Dua orang antropologi terkemuka yaitu Melville J. Herkovitas dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa kultural determinism berarti segala sesuatu  ang terdapat didalam masyarakat ditentukam adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.

E.       UNSUR – UNSUR KEBUDAYAAN
     Unsur adalah apa saja sesungguh nya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna totslitas dari pada sekedar penjumlahan unnsur-unsur yang terdapat didalamnya.
C.kluckhonh didalam karyanya berjudul universal categories ofCulture mengemukakan, bahwa ada 7 unsur kebudayaan, yaitu :
·         System religi
·         System organisasi
·         System pengetahuan
·         System mata pencaharisn hidup dan system-sistem ekonomi
·         System teknologi dan peralatan
·         Bahasa
·         Kesenian

F.       WUJUD KEBUDAYAAN
1)      Kompleks gagasan
2)      Kompleks aktivasi
3)      Wujud sebgai benda

G.     PERUBAHAN KEBUDAYAAN
     Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adaah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya.

H.      KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
     Secara sederhana antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksakan manusia


Sumber :
   Widyo nugroho., Ilmu budaya dasar