NAMA : MUSTOFA KEMAL RIDHA
KELAS
: 1EA25
NPM
: 14215855
BAB V
A. PENGERTIAN KEINDAHAN
A. Apakah Keindahan itu?
Keindahan dalam arti luas.Meliputi :
a. Keindahan seni
b. Keindahan alam
c. Keindahan moral
d. Keindahan intelektual
B.Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dalam menyangkut segala sesuatu yang diserapnya.
C.Keindahan dalam arti terbatas hanya menyangkut sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan, yaitu keindahan bentuk dan warna.
b. Nilai Estetik
Nilai berarti keberhargaan atau kebaikan. Penggolongan yang penting tentang nilai dibagi dua, yaitu nilai ekstrinsik dan intrinsik. Keindahan dalam arti estetik murni mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
c. Apa sebab Manusia Mencipta Keindahan ?
Karena alam merupakan ciptaan Tuhan, dan keindahan pada dasarnya alamiah. manusia yang pada dsarnya juga merupakan ciptaan Tuhan, selalu diajarkan untuk menjaga dan menciptakan keindahan daari ala mini.
B. MAKNA KEINDAHAN
A. PENGERTIAN KEINDAHAN
Keindahan
berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, dan sebagainya.
Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan
sesuai pula dengan peradaban serta perkembangan teknologi. Keindahan tidak
dapat lepas dari kehidupan manusia, sebab dimana saja manusia dapat menikmati
keindahan.
Keindahan adalah identik dengan
kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Artinya
sesuatu yang indah haruslah nyata dan dapat kita rasakan melalui lima indra
manusia. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera
perorangan,waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau local.A. Apakah Keindahan itu?
Keindahan dalam arti luas.Meliputi :
a. Keindahan seni
b. Keindahan alam
c. Keindahan moral
d. Keindahan intelektual
B.Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dalam menyangkut segala sesuatu yang diserapnya.
C.Keindahan dalam arti terbatas hanya menyangkut sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan, yaitu keindahan bentuk dan warna.
b. Nilai Estetik
Nilai berarti keberhargaan atau kebaikan. Penggolongan yang penting tentang nilai dibagi dua, yaitu nilai ekstrinsik dan intrinsik. Keindahan dalam arti estetik murni mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
c. Apa sebab Manusia Mencipta Keindahan ?
Karena alam merupakan ciptaan Tuhan, dan keindahan pada dasarnya alamiah. manusia yang pada dsarnya juga merupakan ciptaan Tuhan, selalu diajarkan untuk menjaga dan menciptakan keindahan daari ala mini.
B. MAKNA KEINDAHAN
Keindahan
menyangkut soal filsafati, sehingga keindahan itu dapat diartikan dengan
bermacam-macam. Keindahan itu relatif, yaitu sangat tergantung pada subjek.
Makna keindahan menurut beberapa
filsuf:
- Keindahan adalah segala sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat ( Tolstoy).
- Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian – bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri (Baumgarten).
- Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan – ciptaan amoral tidak bisa di katakana indah, karena tidak dapatdi gunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
- Keindahan dapat terlepas sama sekali dari kebaikan (Winchelman).
- Yang indah adalah yang memiliki proporsi yang harmonis (Shaftesbury).
- Keindahan adalah segala sesuatu yang mendatangkan rasa senang (Hume).
C. RENUNGAN
Renungan berasal dari kata renung yang artinya diam-diam
memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah
hasil merenung. Setiap kegiatan yang merenungkan sesuatu dinamakan berfilsafat.
Akan tetapi tidak semua orang mampu berfilsafat. Pemikiran kefilsafatan
mendasarkan diri kepada penalaran. Penalaran adalah proses berfikir yang logic
dan analitik.
Pemikiran kefilsafatan mempunyai 3
ciri yaitu:
- Menyeluruh, artinya pemikiran yang luas. Tidak hanya di tinjau dari sudut pandang tertentu.
- Mendasar, artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental (ke luar gejala) sehingga bisa di jadikan dasar berpijak bagi segenap bidang keilmuan.
- Spekulatif, artinya bisa dijadikan dasar-dasar pemikiran untuk pemikiran selanjutnya.
Renungan
dalam modul ini ialah yang berhubungan dengan keindahan. setiap hasil seni
lahir dari renungan. Tanpa renungan hasil seni tidak akan mencapai keindahan.
D. KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi. Serasi dari kata dasar
rasi yang artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok atau kena
mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran, dan seimbang. Keserasian identik
dengan keindahan.
Sesuatu yang serasi tampak indah. jadi keindahan adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Keserasian tidak ada hubungan dengan kemewahan. Sebab keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk, dan ukuran.
Sesuatu yang serasi tampak indah. jadi keindahan adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Keserasian tidak ada hubungan dengan kemewahan. Sebab keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk, dan ukuran.
E. KEHALUSAN
Kehalusan berasal dari
kata halus yang artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi
bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau
keadaban. Halusbagi manusia itu sendiri adalah berupa sikap, yakni sifat halus.
Sikap halus adalah sikap lembut dalam menghadapi orang.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik
dalam masyarakat kecil maupum masyarakat luas. Sebagai lawan dari sifat halus
adalah sikap kasar atau sikap orang – orang yang sedang emosi, bersikap
sombong, bersikap kaku, sikap orang yang sedang bermusuhan. Sikap halus
tersebut merupakan gambaran hati yang tulus serta cinta kasih terhadap sesama.
F. MANUSIA DAN KEINDAHAN
Akal
dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dimiliki oleh makhluk lain. Oleh akal
dan budi, manusia memiliki kehendak dan keinginan. Kehendak dan keinginan
manusia dan manusia berbeda karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda.
Keindahan
jasmani ialah keindahan yang dapat “menyenangkan” baik indra penglihat maupun
indra pendengar. Keindahan rohani dimaksudkan keindahan yang dapat
“menyenangkan”batin. Akal budi yang sesungguhnya Selalu mengajak manusia ke
arah perbuatan yang baik, indah dan yang benar.
Kodrat
manusia selalu mendambakan sesuatu yang baik, yang dapat menyempurnakan
kemanusiaannya. Disadari atau tidak setiap manusia tidak senang dengan Sesutu
yang jorok, yang tidak baik, dan yang dapat merendahkan martabatnya. Karena itu
“keindahan” bagi manusia sebenarnya bukan sekedar sesuatu yang menjadi
“harapannya”, melainkanmerupakan sesuatu yang “harus di usahakan adanya”.
Supaya
orang tidak terjerumus dalam “keindahan semu” maka orang itu harus
mempertemukan keindahan subyektif dengan keindahan obyektif. Arti dari
keindahan subyektif yaitu sangat bergantung kepada selera perorangan, karena
memang sangat relative. Ia bersumber dari asas kegunaan benda. Sedangkan
keindahan obyektif menurut John Kets: keindahan obyektif disamakan dengan
kebenaran dan kebenaran adalah keindahan.
Sumber : Buku IBD karangan Djoko
Widagdho, dkk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar